Melihat dan membaca blog-blog
cantik bertebaran, terbersit keinginan kuat untuk bisa memiliki blog pribadi.
Terlebih lagi hobi menulis selalu membutuhkan ruang untuk mengeksekusi ide-ide
yang terus tumbuh bak jamur di musim hujan. Dalam keresahan tersebut ada info
grafis tentang BLOG yang disebarkan oleh IGI Surabaya, yang memuat tentang SATU GURU SATU BLOG (SAGUSABLOG). Itu sekitar tahun 2017. Tetapi
kurang percaya diri begitu besar mengalahkan keinginan memiliki blog pribadi
juga semakin kuat. Penawaran tersebut akhirnya hilang dibawa angin lewat.
Ketika saya membaca info grafis
guru pembelajar mengadakan pelatihan SATU GURU SATU BLOG (SAGUSABLOG) tangan
ini seperti berjalan sendiri pada keyboard laptop. Setelah itu tak terlalu
mengingatnya. Ketika Ibu Putri Kusuma Wardani colek-colek di telegram, saya
kurang begitu yakin dengan penglihatan. Ini blog beneran? Seperti yang saya
bilang di atas, jemari ini tiba-tiba berjalan sendiri pada tuts keyboard
laptop. Ketika saat itu dicemplungkan pada grup telegram bernama SAGUSABLOG
DASAR 42-W, hati dan isi kepala serasa disiran air surga. Sejuk sekali.
Selain ada Ibu Putri ada Kang
Abede yang juga menjadi mentor SATU GURU SATU BLOG (SAGUSABLOG). Baru kali
pertama ini saya mengikuti guru pembelajar dan baru pertama kali ini saya tahu
jika ternyata saya sudah memiliki akun guru pembelajar. Benar yang disampaikan
Kang Abede, saya mendaftar program guru pembelajar pada tahun 2017 tetapi
termasuk golongan yang merugi karena tidak memanfaatkan ilmu-ilmu gratis penuh
kualitas.
Ilmu gratis tapi tidak kacangan
hanya ada di guru pembelajar. Puas dan lega akhirnya saya punya blog. Terima
kasih Guru Pembelajar. Terima kasih para mentor yang baik hati, tidak sombong,
juga budiman. Ilmu manfaat dan barokah. Semoga saya bisa ikut pada kelas blog
lanjutan. Colek-colek dua mentor yang super duper aktif.
Guru Pembelajar … BISA!
SATU GURU SATU BLOG (SAGUSABLOG) …
PASTI BISA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar